Kasus Bunuh-Culik Bankir di Pasar Rebo, Jakarta Timur: Sudah Diintai Tim

ILUSTRASI Kasus Bunuh-Culik Bankir di Pasar Rebo, Jakarta Timur: Sudah Diintai Tim. -Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
”Sudah tidak ada, Pak. Tadi ada.”
Polisi memintai keterangan salah seorang di situ. Kemudian, tim polisi pergi dari situ menuju ke tempat lain di Semarang.
Tempat lain itu adalah sebuah rumah bearcat oranye di Jalan Handayani, Sendangrejo, Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Polisi tiba, mengetuk pintu itu, serta mengucap salam. Pintu dibuka orang dari dalam, polisi langsung masuk. Rohmat ada di dalam, sedang lari ke arah belakang rumah.
Polisi membentak: ”Kamu ngapain lari, kamu.”
Rohmat ditangkap tanpa perlawanan pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 02.15 WIB. Ia diwawancarai polisi, jawabannya berbelit. Wawancara berubah jadi interogasi. Akhirnya Rohmat mengakui perbuatannya dalam kasus culik-bunuh Ilham. Rohmat langsung dibawa polisi ke Polda Metro Jaya, Jakarta.
Belum diungkap polisi, apa pekerjaan Rohmat sehari-hari. Cuma disebutkan, ia penyedia tim pengintai penculikan-pembunuhan Ilham. Juga, penyedia tim ahli IT.
Dengan spesialisasi itu, mungkin ia khusus penyedia jasa pengintaian, semacam detektif swasta di negara-negara Barat. Selama ini belum pernah terungkap penyedia jasa semacam itu di Indonesia.
Otak pembunuhan Ilham sudah diungkap polisi, yakni tersangka Dwi Hartono, pengusaha yang ternyata residivis, pernah dibui karena memalsukan ijazah.
Sudah diungkap, tim penculik dibayar Rp 50 juta oleh otak pembunuhan. Belum dibayar lunas alias baru uang muka separuhnya. Belum diungkap, berapa bayaran tim pengintai, tim IT, dan tim eksekutor. Total bisa ratusan juta rupiah.
Motif pembunuhan Ilham belum diungkap polisi. Walaupun warganet berspekulasi aneka ragam motif. Termasuk, motif permintaan kredit fiktif Rp 26 miliar oleh tersangka kepada korban yang kemudian ditolak korban. Kredit fiktif adalah seseorang utang ke bank, tetapi tidak memenuhi syarat kredit bank.
Hal baru terungkap, Ilham saat masih kuliah dulu adalah guru bela diri kempo. Kempo singkatan dari shorinji kempo, olahraga bela diri asal Jepang. Hal itu diungkap teman kerja Ilham, bernama Farid Nugroho, kepada wartawan.
Farid: ”Waktu saya takziah ke rumah Pak Ilham sempat ketemu istrinya, Mbak Pita (Puspita Aulia). Waktu itu beliau menonton video rekaman CCTV penculikan Pak Ilham di depan Lottemart.”
Pasti, saat itu (dan hingga kini) Puspita dalam kondisi duka mendalam. Dia ingin tahu proses penculikan Ilham. Saat dia menonton itu, secara tidak sadar dia bergumam, seperti ditirukan Farid begini:
”Ya… ayah… Kenapa ayah tidak melawan?”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: