Doomscrolling Media Sosial saat Tahun Baru Picu FOMO dan Overthinking

Doomscrolling Media Sosial saat Tahun Baru Picu FOMO dan Overthinking

Scrolling media sosial dapat memicu overthinking dan meningkatkan FOMO. - cottonbro studio - Pexels

Ia menyatakan bahwa tahun baru menjadi momentum yang paling ramai sepanjang tahun. Orang-orang sibuk mengevaluasi diri. Banyak yang larut pada tema Tahun Baru, Resolusi Baru dan mengunggah konten tentang kumpulan pencapaian yang diperoleh pada 2025 dalam konten bertajuk Recap 2025.

Konten-konten semacam itu membuat seseorang makin overthinking dan terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain. 

FOMO juga bisa menimbulkan ilusi bahwa semua orang lebih bahagia. Padahal kita tidak tahu di behind the scene-nya dan bisa jadi sebetulnya dia ada di bawah kita. Tetapi, kita langsung merasa drop," ujarnya.

BACA JUGA:Outrage Fatigue dan Stres: Alasan Bijaksana Menggunakan Media Sosial

BACA JUGA:Tip Tetap Waras di Tengah Riuhnya Informasi Demo di Media Sosial

Karena itulah, Hariansyah mengimbau masyarakat lebih disiplin. Yakni, membagi waktu untuk beristirahat dan scrolling medsos supaya tidak overthinking.

"Jangan sampai kebablasan scrolling 2-3 jam,” pesan Hariansyah.

Journaling selama sekitar 2 menit setiap hari juga penting. Dengan demikian, kekhawatiran bisa diluapkan dan membantu mengurangi overthinking.

"Lebih baik gunakan media sosial untuk menemukan pelajaran dan pengetahuan baru. Jadi, waktunya tidak akan terbuang sia-sia," imbuhnya.

BACA JUGA:4 Manfaat Journaling untuk Menata Hidup Lebih Terarah

BACA JUGA:Menulis sebagai Terapi: Kekuatan Journaling untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Mahasiswa

Mengutip laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp. Kj selaku psikiater UGM, doomscrolling cenderung dilakukan ketika seseorang merasa khawatir atau cemas.

"Untuk menutup kecemasan dengan sesuatu yang lebih kuat. Sesuatu yang buruk atau negatif akan menutup rasa ketidaknyamaan itu," tutur Ronny.

Padahal doomscrolling justru akan membuat seseorang mengalami gangguan tidur, kelelahan secara mental, serta menjadi lebih sensitif dan mudah marah.

Ronny menyarankan untuk tidak membaca informasi di medsos terlalu lama. Lalu, sadari tujuan awal scrolling dan hindari membaca informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan supaya tidak memicu doomscrolling.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: