Kematian Gajah Super Tusk Craig Jadi Simbol Sukses Konservasi Kenya

Kematian Gajah Super Tusk Craig Jadi Simbol Sukses Konservasi Kenya

Craig semasa hidup. Ia merupakan gajah jantan terakhir di Afrika yang memiliki gading raksasa hingga menyentuh tanah.-Kenya Wildlife Service-AP


Craig, gajah super tusker legendaris di Kenya yang memiliki gading panjang.-Kenya Wildlife Service-AP

Kenya Wildlife Service menggambarkan Craig sebagai gajah yang tenang dan sabar. Ia kerap berhenti sejenak saat wisatawan memotret atau merekamnya, menjadikannya ikon ramah satwa liar di kawasan tersebut.

Pada 2021, Craig bahkan diadopsi secara simbolis oleh produsen bir East African Breweries melalui merek Tusker.

BACA JUGA:Jatim Bangga! Konservasi Tahura Raden Soerjo di Bromo, Tengger, Semeru, dan Arjuno Terbaik Nasional

BACA JUGA:Kojirama Siap Ubah 90 Hektare Lahan Gambut di Kaltim jadi Area Konservasi

Langkah itu mencerminkan kuatnya kolaborasi yang terjalin antara sektor swasta dan lembaga konservasi di Kenya.

Secara nasional, Kenya mencatat kemajuan signifikan dalam perlindungan gajah. Populasi gajah meningkat dari 36.280 ekor pada 2021 menjadi 42.072 ekor pada 2025.

Namun, tantangan tetap ada. Di Cagar Alam Mwea dekat Nairobi, lonjakan populasi gajah bahkan memaksa relokasi sekitar 100 ekor pada 2024 demi menjaga keseimbangan ekosistem.

Craig juga dikenal telah menghasilkan sejumlah keturunan. Kenya Wildlife Service menyebut garis keturunannya akan terus hidup. Yakni melalui anak-anak gajah yang mewarisi kekuatan fisik dan karakter lembutnya.

BACA JUGA:Jansen Manansang Terseret Kasus Eksploitasi OCI, Begini Jejak Karir dan Dedikasinya di Dunia Konservasi Alam

BACA JUGA:Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Benteng Konservasi di Pesisir Selatan Jawa

Kepergian Craig meninggalkan duka, namun juga harapan. Ia menjadi bukti bahwa upaya perlindungan yang konsisten mampu menyelamatkan satwa ikonik Afrika dari kepunahan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: ap news