Pengakuan Tersangka Pembunuh Bocah Axle di Cilegon: Kemaluannya Ditendang

Pengakuan Tersangka Pembunuh Bocah Axle di Cilegon: Kemaluannya Ditendang

ILUSTRASI Pengakuan Tersangka Pembunuh Bocah Axle di Cilegon: Kemaluannya Ditendang.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Dijawab Axle, yang tahu kakaknya di kamar lain. 

Terus, Heru mengikat kedua tangan Axle. Saat itulah Axle berontak. Ia melawan. Ia menendang Heru, kena kemaluan, lutut, dan siku. Bocah tersebut gesit sekali. Ia les bela diri, melawan dengan cepat.

Heru kesakitan. Ia emosi, mengeluarkan pisau 42 sentimeter yang ia bawa. Pisau dihunjamkan ke tubuh Axle berkali-kali. Sembilan belas kali. Masih ditambah pukulan tangan tiga kali. Axle menggelepar berdarah-darah. 

Heru turun ke lantai satu. Ia balik lagi ke brankas. Berusaha membukanya. Gagal lagi. Akhirnya ia menyerah. Ia meloncati pagar halaman depan, kemudian menuju motornya yang diparkir di luar rumah itu. Ia kabur.

Tidak ada barang yang dicuri Heru. Tim polisi mengolah TKP, menemukan ada empat HP di dekat jenazah Axle, yang berarti barang itu pasti dilihat pelaku.

Yoga: ”Empat HP itu bukan HP murahan. Ada Samsung, iPhone yang mahal. Tidak dicuri pelaku. Kami juga mengonfirmasi tuan rumah, dijawab, tidak ada barang yang hilang.”

Dari kronologi itu, Heru tidak mengincar barang yang kalau dijual laku sejuta-dua juta. Bukan itu. Utangnya saja hampir semiliar rupiah. Karena itu, ia mengincar isi brankas. Di pencurian berikutnya di rumah Roisyudin, Heru juga mengincar brankas. Di sana ia juga gagal membuka. 

Lima hari setelah mencuri di rumah Roisyudin, Heru balik mencuri di rumah itu lagi. Fokusnya tetap berusaha membuka brankas. Namun, gagal lagi. Ia kepergok pembantu rumah tangga wanita di sana. Heru lari dan terpeleset jatuh dari tangga. Akhirnya ia dibekuk polisi.

Semua kronologi yang diceritakan polisi kepada wartawan itu bertujuan sebagai transparansi penyidikan polisi. Namun, juga sekaligus menjawab keheranan kriminolog Reza Indragiri Amriel. 

Bahwa, Reza kepada wartawan meragukan Heru pelaku pembunuhan Axle. Sebab, katanya, tidak logis pencuri tertangkap polisi, lalu sekaligus mengakui membunuh Axle. Itu aneh. Reza menduga, polisi memaksa Heru mengakui membunuh Axle. Dengan berbagai cara.

Kini, dengan penjelasan polisi itu, masyarakat mendapatkan masukan dari kedua pihak: polisi dan Reza. Kedua pihak sama-sama memberikan penjelasan logis. Walaupun bertolak belakang. Kebenarannya akan terbukti di persidangan, kelak. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: