Islah Bahrawi Ungkap Penugasan Gus Yaqut ke Paris Selama 24 Hari untuk Acara 3 Hari

Islah Bahrawi Ungkap Penugasan Gus Yaqut ke Paris Selama 24 Hari untuk Acara 3 Hari

Pernyataan Islah Bahrawi di Jakarta menyoroti penugasan Yaqut Cholil Qoumas ke Konferensi Perdamaian Paris selama 24 hari untuk agenda tiga hari.-Dok. Disway.id-

HARIAN DISWAY - Pernyataan mengejutkan disampaikan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi terkait penugasan Yaqut Cholil Qoumas ke Prancis selama 24 hari untuk menghadiri acara internasional yang disebut hanya berlangsung tiga hari, Rabu, 14 Januari 2026.

Islah mengungkapkan pernyataan tersebut dalam sebuah podcast yang ditayangkan di kanal YouTube @AkbarFaizalUncensored. Ia menjelaskan bahwa pada September 2024, Yaqut Cholil Qoumas yang saat itu menjabat Menteri Agama menghadiri Konferensi Perdamaian Paris di Prancis.

Menurut Islah, Konferensi Perdamaian Paris merupakan acara tingkat internasional yang juga mengundang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Ia menyebut, semestinya pejabat yang mewakili Presiden untuk menghadiri forum tersebut adalah Menteri Pertahanan yang saat itu dijabat oleh Prabowo Subianto.

Namun, Islah menyampaikan bahwa setelah Yaqut Cholil Qoumas menghadap Presiden Joko Widodo, terjadi perubahan penugasan. Presiden kemudian mengeluarkan surat reposisi dan menugaskan Yaqut Cholil Qoumas untuk menghadiri Konferensi Perdamaian Paris tersebut.

BACA JUGA:Penasihat Hukum Yaqut Cholil Qoumas Hormati Proses Hukum Penetapan Tersangka KPK

BACA JUGA:KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Islah menjelaskan bahwa kedatangan Yaqut Cholil Qoumas menghadap Presiden berkaitan dengan rencana pemanggilan oleh Panitia Khusus DPR RI yang akan membahas pembagian kuota haji. Dalam pertemuan itu, Yaqut disebut menanyakan apakah dirinya dapat hadir dalam rapat pansus.

“Ketika menghadap Presiden, Gus Yaqut menyampaikan bahwa jika dirinya datang ke Pansus DPR RI, maka ia akan menceritakan semua yang diketahuinya terkait pembagian kuota haji,” ungkap Islah dalam podcast tersebut.

Ia menambahkan, setelah pertemuan itu, Presiden disebut mengambil langkah reposisi penugasan. “Lalu Jokowi membuat reposisi, dari Prabowo dipindah ke Gus Yaqut untuk mengikuti Konferensi Perdamaian Paris. Itu supaya Gus Yaqut tidak datang ke Pansus, itu perintah Jokowi,” ujar Islah.

Islah juga mengungkapkan bahwa berdasarkan penuturan Yaqut Cholil Qoumas, Konferensi Perdamaian Paris berlangsung selama tiga hari. Namun, Yaqut disebut berada di Prancis selama 24 hari.

BACA JUGA:KPK Cegah Yaqut Cholil Qoumas ke Luar Negeri Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

BACA JUGA:Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 di Jakarta

“Keberadaan Gus Yaqut di Prancis itu untuk menunggu suasana reda, sesuai dengan arahan Jokowi, istilahnya buying time saja,” kata Islah.

Dalam podcast tersebut, Islah menyampaikan bahwa Yaqut Cholil Qoumas disebut siap melakukan perlawanan atau fight dalam perkara yang sedang dihadapi. Saat ditanya oleh Akbar Faizal apakah Yaqut akan membuka seluruh fakta di pengadilan, Islah menjawab bahwa hal tersebut sesuai dengan janji yang disampaikan kepadanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: