Satu Menit sebelum Iran Berdarah
ILUSTRASI Satu Menit sebelum Iran Berdarah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Akun media sosial berbahasa Farsi yang terafiliasi dengan dinas khusus Israel terang-terangan menjadi pemandu sorak. Mereka memberikan instruksi. Menyemangati. ”Kami bersama kalian,” tulis mereka. Dulu mata-mata bekerja dalam senyap. Haram hukumnya diketahui. Sekarang? Mereka menjadi influencer kerusuhan.
Laporan dari Press TV mengonfirmasi paranoia itu. Pasukan keamanan Iran menangkap seorang pria di tengah kerusuhan Teheran. Pengakuannya mengejutkan. Ia direkrut lewat Instagram. Dilatih secara online. Ia disuruh membeli peralatan, merekam video kerusuhan, dan mengirimkannya ke ”handler” atau pengendali yang duduk nyaman di Jerman.
Ini adalah wajah baru perang spionase. Murah. Massal. Juga mematikan. Anda tidak perlu mengirim James Bond dengan jas rapi. Cukup rekrut pengangguran yang marah lewat DM Instagram, beri mereka sedikit uang kripto, dan Anda punya agen lapangan.
JEJAK KRIPTO DAN VIRUS KARAT
Bicara soal uang, bagaimana cara AS dan Israel membayar ribuan perusuh itu tanpa terdeteksi bank sentral Iran?
Jawabannya: cryptocurrency.
Badan keamanan Iran mendeteksi anomali transaksi keuangan yang masif. Bukan lewat bank. Melainkan, lewat blockchain. Uang mengalir dalam bentuk USDT atau tether. Menggunakan jaringan TRC-20 yang biayanya murah dan transaksinya kilat.
Polanya terbaca jelas. Dana besar masuk dari dompet digital di Eropa. Mampir sebentar di ”penatu uang” digital di Dubai. Lalu, cair di Teheran lewat pedagang aset kripto ilegal. Para koordinator lapangan tidak dibayar pakai uang koper yang berat. Mereka dibayar pakai kode digital.
Kasus eksekusi mati Ali Ardestani di Iran membuktikan itu. Ia dituduh jadi mata-mata Mossad. Motifnya? Uang kripto dan janji visa Inggris. Ia menjual video lokasi-lokasi sensitif demi aset digital.
Tapi, Iran tidak diam saja. Mereka menyerang balik.
Kelompok peretas elite bernama MuddyWater, yang terafiliasi dengan Kementerian Intelijen Iran, meluncurkan senjata siber baru (virus). Namanya unik: RustyWater alias Air Berkarat.
Beberapa ahli IT menyebut virus itu ganas. Ia ditulis dengan bahasa pemrograman Rust yang sulit dideteksi antivirus. Targetnya spesifik: diplomat, pegawai bank, dan perusahaan telekomunikasi di Timur Tengah yang pro-Barat. Virus itu menyusup lewat e-mail phising yang menyamar sebagai panduan keamanan siber. Ironis. Panduan keamanan yang justru membawa petaka.
Ini adalah perang total. Di darat ada demonstran. Di udara ada pesawat kargo Tiongkok. Di kabel internet ada virus dan uang kripto.
TEMBOK GORGAN YANG MENJERIT 4K
Rezim Teheran sadar. Mereka sedang dikeroyok dari segala penjuru. Reaksinya khas orang terdesak. Panik. Gelap mata. Langsung main hantam kromo tanpa ampun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: