Satu Menit sebelum Iran Berdarah
ILUSTRASI Satu Menit sebelum Iran Berdarah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pahami satu hal. Selat Hormuz adalah nadi bumi. Jika satu rudal saja menyumbat nadi itu, darah ekonomi dunia berhenti mengalir.
Dampaknya? Tidak menunggu bulan. Tapi, hitungan jam.
Saat pasokan minyak terhenti, pasar global akan panik. Harga minyak tidak lagi naik, tetapi terbang.
Di sini, di tanah air, efek dominonya akan menggila.
Antrean SPBU akan mengular sampai jalan raya. Subsidi energi yang menopang APBN akan hangus terbakar dalam semalam. Rupiah rontok. Harga cabai dan beras akan mencekik leher rakyat kecil.
Perangnya di Teluk Persia. Tapi, dompet kita yang berdarah di sini.
Kita tidak sedang menonton layar tancap dari jauh. Kita duduk di pinggir kawah yang sama.
Kita semua sedang duduk di atas bom waktu. Detaknya makin kencang. Memburu.
Tik. Tok. Tik. Tok.
Dan ingat. Kali ini mungkin tidak akan ada lagi telepon merah yang berbunyi. Tidak ada pembatalan serangan.
Hanya ada satu suara terakhir.
Ledakan.
Boom. (*)
*) Efatha Filomeno Borromeu Duarte adalah dosen Ilmu Politik Universitas Udayana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: