Pekerja Informal, Economy Gig, dan Era Side Job: Ketika Risiko Usaha Dialihkan ke Individu
ILUSTRASI Pekerja Informal, Economy Gig, dan Era Side Job: Ketika Risiko Usaha Dialihkan ke Individu.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pasar kerja Indonesia tampak fleksibel di statistik, tetapi di lapangan formalitas masih kerap dipersepsikan sebagai biaya tambahan, bukan perlindungan kerja.
PENDAHULUAN
Di balik angka pengangguran yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, terdapat pergeseran mendasar: risiko usaha dan ketidakpastian kerja makin dialihkan dari sistem ke individu pekerja. Itulah wajah pasar kerja Indonesia hari ini.
Pekerja informal dan pekerja gig menjadi penopang utama ketahanan ekonomi. Mereka menyerap guncangan, menjaga konsumsi, dan menutup celah kegagalan penciptaan kerja formal.
BACA JUGA:Anies Perjuangkan Akses KPR Untuk Semua Keluarga Indonesia, Terutama Pekerja Informal.
BACA JUGA:Role Model Pengembangan Ekonomi Syariah
Namun, harga yang dibayar tidak kecil: pendapatan tidak pasti, perlindungan minim, dan masa depan karier yang tidak berkelanjutan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 menunjukkan lebih dari 59 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor informal. Angka itu relatif stagnan meski ekonomi tumbuh sekitar 5 persen.
Artinya, pertumbuhan belum cukup kuat menciptakan kerja formal yang luas, layak, dan berkelanjutan. Sektor informal yang semestinya bersifat sementara justru menjadi struktur permanen.
Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di kisaran 4,3 persen pada 2024–2025. Angka itu sering dibaca sebagai indikator keberhasilan menurunkan pengangguran.
BACA JUGA:Fokus Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah
BACA JUGA:Ekonomi Mudik
Namun, TPT yang rendah tidak selalu mencerminkan pasar kerja yang sehat, termasuk kualitas produktivitas dan kesejahteraannya. Banyak orang memang bekerja, tetapi dalam pekerjaan informal, berpendapatan fluktuatif, dan tanpa jaring pengaman memadai.
Perubahan paling mencolok terlihat pada naiknya economy gig. Pekerja informal kini tidak lagi identik dengan sektor tradisional. Pengemudi aplikasi, kurir logistik, pekerja lepas digital, hingga kreator konten menjadi bagian dari arus utama pasar kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: