Sleep Revenge setelah Tarawih, Dampak Kurang Istirahat dan Risiko Gangguan Kesehatan saat Ramadan

Sleep Revenge setelah Tarawih, Dampak Kurang Istirahat dan Risiko Gangguan Kesehatan saat Ramadan

Lebih dari itu, kurang tidur kronis juga bisa memperparah kecemasan dan stres, yang pada akhirnya memperburuk siklus procrastination di malam hari. --iStockphoto

Para ahli menjelaskan bahwa kegiatan ibadah malam dan jadwal sahur yang berubah menyebabkan pola tidur menjadi terfragmentasi.

Terlebih bagi remaja dan pekerja dengan rutinitas padat. Malam hari sering kali dianggap sebagai satu-satunya waktu pribadi. Apalagi setelah seharian tanpa jeda istirahat.

Keinginan untuk menikmati waktu itu, meskipun mengorbankan tidur, menjadi pemicu utama sleep revenge.

BACA JUGA:Bagaimana Mengatur Pola Tidur agar Tetap Bugar di Bulan Ramadan?

BACA JUGA:Makan Malam dan Pengaruhnya Bagi Pola Tidur

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa revenge bedtime procrastination, istilah lain untuk fenomena itu berkaitan erat dengan kebutuhan.

Dengan kata lain, kebutuhan untuk balas dendam atas jadwal harian yang sibuk. Momen ketika waktu luang dirasakan sangat sempit.

Tip Mengatasi Sleep Revenge


Studi telah menunjukkan bahwa orang yang waktu tidurnya cukup, cenderung memiliki umur lebih panjang dibandingkan dengan mereka yang kurang tidur.--freepik.com

Untuk mencegah dampak negatif sleep revenge, diperlukan pengaturan jadwal tidur yang baik. Pakar kesehatan tidur menyarankan menetapkan waktu tidur konsisten setiap malam. Termasuk setelah tarawih. Serta membatasi penggunaan gadget sebelum tidur.

Ciptakan rutinitas santai sebelum tidur. Seperti membaca atau beristirahat tanpa layar. Hal itu dapat membantu tubuh lebih siap memasuki fase tidur.

BACA JUGA:Ramadan dan Sleep Paralysis: Kenapa Mitos Ketindihan Sering Dikaitkan dengan Puasa?

BACA JUGA:Oversleep: Penyebab dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Berikan prioritas pada durasi tidur minimal tujuh jam per malam. Itu sangat penting. Terutama selama Ramadan. Meskipun rutinitas ibadah dan sahur dapat memengaruhi waktu tidur.

Dengan pengaturan yang tepat, tubuh tetap bisa mendapatkan istirahat cukup. Tanpa harus mengorbankan ibadah atau kualitas hidup sehari-hari.

Fenomena sleep revenge bukan sekadar kebiasaan menunda tidur setelah tarawih. Tetapi sinyal bahwa pola istirahat perlu diperbaiki. Demi menjaga kesehatan secara keseluruhan di bulan puasa maupun sepanjang tahun. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: