Mobil Dicuri dan GPS Dimatikan? Ini Trik Silent Tracking Pakai Apple AirTag yang Jarang Diketahui

Mobil Dicuri dan GPS Dimatikan? Ini Trik Silent Tracking Pakai Apple AirTag yang Jarang Diketahui

Apple AirTag menjadi alternatif pelacak kendaraan berbasis Bluetooth yang tetap bisa bekerja meski GPS mobil dimatikan--Appleinsider

HARIAN DISWAY – Kehilangan mobil akibat pencurian masih menjadi kekhawatiran banyak masyarakat. Meskipun banyak mobil kini telah dilengkapi dengan fitur pelacakan dengan memanfaatkan Global Positioning System (GPS), hal ini belum sepenuhnya menjamin keamanan. 

Banyak kasus ditemukan saat pelaku pencurian berhasil mematikan sistem GPS yang terpasang di mobil untuk menghilangkan jejak.

Dalam kondisi seperti ini, korban kerap merasa kesulitan melacak keberadaan mobilnya.

Namun, seiring perkembangan teknologi, kini muncul metode alternatif yang dikenal sebagai silent tracking menggunakan perangkat kecil seperti Apple AirTag. Perangkat ini dinilai mampu menjadi solusi cadangan saat GPS utama tidak lagi berfungsi.

BACA JUGA:Cari Mobil Paling Hemat 2025? Cek Dulu Perbandingan Mobil Listrik vs Mobil Bensin

BACA JUGA:Indonesia Tertarik Akuisisi Bom Berpemandu GPS Korea (KGGB) untuk Perkuat TNI AU, Ini Kemampuannya

Silent Tracking dengan AirTag


AirTag memanfaatkan jaringan perangkat Apple di sekitar untuk mengirimkan lokasi secara anonim--Appleinsider

AirTag bekerja dengan cara berbeda dari GPS tracker konvensional. Jika GPS mengandalkan sinyal satelit dan jaringan seluler, AirTag bekerja dengan memanfaatkan jaringan Bluetooth serta ekosistem perangkat Apple di sekitarnya.

Dengan sistem ini, lokasi AirTag dapat terdeteksi melalui iPhone lain yang berada dalam jangkauan, lalu dikirimkan secara anonim ke pemilik.

Konsep tersebut dikenal sebagai crowd-sourced tracking. Artinya, semakin banyak perangkat Apple di sekitar mobil curian, semakin besar peluang lokasi AirTag diperbarui. Inilah yang membuat metode ini cukup efektif, terutama di area perkotaan yang padat dengan pengguna iPhone.

Penggunaan AirTag pun tergolong praktis. Pemilik kendaraan cukup menyembunyikan perangkat ini di bagian mobil yang tidak mudah terlihat, seperti di bawah jok, dalam dashboard, atau di area bagasi. Penempatan yang tepat menjadi kunci agar AirTag tidak mudah ditemukan oleh pencuri.

BACA JUGA:Mengenal MocPOGO, Aplikasi Fake GPS Cocok untuk Main Game

BACA JUGA:5 Aplikasi Fake GPS Mirip MocPOGO yang Layak Dicoba

Meski demikian, AirTag memiliki keterbatasan. Perangkat ini tidak memberikan pelacakan secara real-time seperti GPS aktif, karena bergantung pada keberadaan perangkat Apple lain di sekitarnya. Di wilayah yang minim pengguna iPhone, efektivitasnya bisa menurun.

Fitur Apple AirTag

Apple juga membekali AirTag dengan fitur keamanan anti-stalking. Jika perangkat yang bukan miliknya terdeteksi mengikuti seseorang dalam jangka waktu tertentu, maka akan muncul notifikasi pada perangkat tersebut. Hal ini berpotensi membuat pencuri menyadari keberadaan AirTag.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, sebagian pengguna mengombinasikan AirTag dengan perangkat pelacak lain, seperti GPS tersembunyi atau tracker berbasis radio frekuensi. Strategi ini dinilai lebih aman karena menghadirkan lapisan perlindungan ganda.

Meski teknologi pelacakan semakin canggih, masyarakat tetap diimbau untuk segera melapor ke pihak berwajib jika mengalami kehilangan kendaraan. Data lokasi dari perangkat pelacak sebaiknya digunakan sebagai informasi pendukung, bukan untuk bertindak sendiri.

Dengan memanfaatkan teknologi seperti AirTag, peluang menemukan kendaraan yang hilang kini semakin terbuka, bahkan ketika GPS utama telah dimatikan. Langkah ini menjadi salah satu solusi cerdas dalam meningkatkan keamanan kendaraan di era digital. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: apple inc