Pria Bunuh Pacar di Area Kebun Konawe, Sultra: Bahaya Mental Abusif
ILUSTRASI Pria Bunuh Pacar di Area Kebun Konawe, Sultra: Bahaya Mental Abusif.-Arya/AI-Harian Disway-
Lamaran pemuda yang ditolak orang tua si gadis memang menyakitkan. Itu dialami Jefri, 30. Ia ditolak ortu Yati, 22, di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Jefri mencekik mati Yati, sesuai pengakuan Jefri kepada polisi. Mengapa kasus begini sering terjadi?
MULTIFAKTOR, penyebab seseorang jadi pembunuh. Namun, lelaki pembunuh perempuan pasangan intimnya punya karakter khusus yang gampang ditandai, menurut ahli psikologi. Di kasus itu pun tampak tanda-tandanya.
Kapolres Konawe Selatan (Konsel) AKBP Daeng Riandika Mahardani dalam konferensi pers, Kamis, 17 September 2026, menceritakan, di kasus itu polisi cepat mengetahui identitas pelaku dan menangkapnya setelah mengetahui identitas mayat korban.
Pembunuhan terjadi Selasa malam, 15 September 2026, di area perkebunan warga di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan. Mayat korban tergeletak di tengah kebun.
Esoknya, Rabu siang, 16 September 2026, mayat korban ditemukan warga, yang kemudian lapor polisi. Tim polisi mengolah TKP serta memeriksa para saksi sehingga segera diketahui terduga pelaku: Jefri.
BACA JUGA:KPK Setop Kasus Tambang Konawe Utara Rp 2,7 Triliun, Ini Alasannya
Malam itu juga, sekitar pukul 22.30 Wita, Jefri ditangkap polisi di Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea. Dalam pemeriksaan awal, Jefri langsung mengakui membunuh pacarnya, Yati.
AKBP Daeng: ”Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka mengaku, motifnya dendam dan cemburu. Pelaku pernah melamar korban selaku pacarnya. Tapi, ditolak orang tua korban. Sehingga dendam.”
Penolakan itu terjadi Juli 2026. Namun, setelah kejadian tersebut, Yati tetap lengket dengan Jefri. Mereka tetap berkencan seperti biasa. Tanpa sepengetahuan ortu Yati. Lalu, Jefri dan Yati janjian bertemu.
Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 21.00, Jefri menghubungi WA Yati, mengajak bertemu di simpang tiga dekat warung di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea. Yati pun berangkat dari rumahnyi naik angkutan umum menuju ke sana. Mereka bertemu di sana.
BACA JUGA:Kasus Remaja Pria Bunuh Pacar di Randuagung, Lumajang: Ada Rekayasa Kriminal
BACA JUGA:Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida
Jefri membawa motor. Dari sana Jefri memboncengkan Yati menuju perkebunan (TKP pembunuhan).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: