Sementara itu, Pembina OSIS Divisi Kerohanian Dionisia Bhala mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan itu dilakukan berdampingan dengan kegiatan belajar mengajar.
“Persiapan prosesi memang cukup intens, tetapi tidak sampai mengganggu jam pelajaran siswa. Semua tetap berjalan seimbang,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para siswa yang mampu membagi waktu antara latihan dan akademik dengan baik.
BACA JUGA: Rupa-Rupa Karya di Dies Natalis ke-34 Teater Kusuma Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
BACA JUGA: Ingin Ikut Teater Atau Reenaksi Sejarah? Bisa Sewa Kostum dan Properti di Sini
Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan, prosesi itu telah menjadi tradisi yang identik dengan perayaan Paskah.
Setiap tahunnya, Jalan Salib menjadi momen refleksi spiritual bagi umat Katolik, mengingatkan kembali akan cinta dan pengorbanan Yesus yang tak terbatas.
Melalui penampilan siswa-siswa SMA Santa Maria, makna Paskah tidak hanya disampaikan lewat doa dan renungan, tetapi juga melalui seni peran yang menyentuh jiwa. (*)