Mbah Sutiah Berangkat Haji di Usia 107 Tahun, Sering Baca Surat-Surat Pendek saat Berdoa

Kamis 15-05-2025,21:33 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

BACA JUGA:145 Petugas PPIH Siap Tunaikan Badal Haji bagi Jamaah Wafat sebelum Wukuf 

Dia pun mengaku hanya menghindari ayam potong, tapi tak punya pantangan berarti untuk sayur dan daging.

Kebiasaan bersahaja itu juga tercermin dalam doanya. Mbah Sutiah hanya membaca ayat-ayat yang mudah diingat seperti Ayat Kursi dan Surat Al-Ikhlas. 

BACA JUGA: Laporan Haji dari Makkah (3): Toha dan Sahrul, Koki di Balik Ribuan Porsi Makanan Nusantara Jamaah Haji

Meski begitu, dia meyakini bahwa yang terpenting adalah ketulusan dalam setiap sujud dan munajat.

Saat diberi tahu bahwa dia adalah jamaah tertua tahun ini, Mbah Sutiah sempat terkejut. 

Namun ia tidak merasa istimewa, apalagi manja. Baginya, ini adalah kesempatan untuk bersyukur sebesar-besarnya.

BACA JUGA:100 Slop Rokok Jamaah Haji Disita di Bandara Madinah, PPIH Minta Jamaah Haji Taat Aturan

"Senang, pokoknya senang bisa ke Arab, pengen haji dari dulu," ujarnya lirih.

Meski sudah sepuh, Mbah Sutiah tetap berani dan percaya diri menjalani perjalanan panjang ini. 

Dia didampingi oleh keluarga dan merasa yakin karena telah menitipkan seluruh urusannya pada Allah SWT.

BACA JUGA:Sistem Satu Data Pantau Kesehatan Jamaah Haji 24 Jam, Dari Embarkasi Hingga Armuzna

Tentu, kisah Mbah Sutiah menjadi inspirasi di tengah upaya pemerintah untuk menyelenggarakan haji yang lebih ramah bagi lansia. 

Melalui Kementerian Agama (Kemenag), berbagai skema pelayanan dihadirkan untuk mendampingi jamaah lanjut usia agar tetap nyaman dan aman saat menjalankan ibadah.

BACA JUGA:Menengok Dapur Raghaeb: Sajikan 1.500 Porsi Masakan Nusantara Tiap Hari untuk Jamaah Haji Indonesia

Beberapa terobosan yang diterapkan antara lain murur, tanazul, hingga safari wukuf. Skema murur memungkinkan jamaah melintas dari Arafah ke Muzdalifah tanpa turun, langsung menuju Mina. 

Kategori :