Brawijaya Awards; Kodim Madiun Menyatu dengan Rakyat Lewat Silat dan Sepeda

Brawijaya Awards; Kodim Madiun Menyatu dengan Rakyat Lewat Silat dan Sepeda

Kegiatan Komunitas sepeda unta-Dok pribadi Sertu Sarin-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Gelaran lomba Babinsa inspiratif Brawijaya Awards sudah dimulai. Kodim 0803 / Madiun mendapatkan kesempatan pertama untuk mempresentasikan program-program unggulan dari anggota Babinsa-nya.

 

Kegiatan para babinsa ini berkaitan dengan peran TNI di tengah masyarakat. Ada empat anggota Babinsa yang memaparkan programnya dalam rangka pendekatan dengan masyarakat. 

 

Sertu Sarin Babinsa dari Koramil 0803 / 04 Jiwan, memiliki program  Pemberdayaan Pemuda. Yang menjadi unggulannya adalah  komunitas sepeda unta. Komunitas yang didirikan Sarin, juga menjadi bagian dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Madiun. Sementara di KOSTI, Sarin juga aktif sebagai pengurus. 

 

BACA JUGA:Surabaya Tourism Award 2023: Lima Makanan Terenak Se-Kecamatan Jambangan

BACA JUGA:Geliat Bangun Kota Reog: Sunarto, Jenderal UMKM Ponorogo (13)

 

Sarin menceritakan, dari komunitas yang mayoritas anggotanya anak muda ini, muncul kegiatan lainnya. Contohnya, saat bulan ramadan lalu ia dan anggota komunitas sepeda unta berkeliling desa membangunkan masyarakat untuk sahur.

 

“Usai ronda, (berkeliling, Red) kami sama-sama menikmati sahur di rumah salah seorang warga. Setiap harinya berpindah-pindah rumah. Siapa yang bersedia menyediakan makan sahur, biasanya memberi informasi lewat group wa (whatsapp),” cerita Sarin saat sesi penjurian melalui zoom, Jumat siang, 28 April 2023.

 

Komunitas sepeda unta juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Dengan mengusung tag line 'satu sepeda sejuta saudara', Sarin terus mempererat hubungannya sebagai abdi negara dengan masyarakat.

 

BACA JUGA:Meskipun Ditarik dari Taiwan, BPOM RI Tegaskan Indomie Yang Beredar Aman Dikonsumsi

BACA JUGA:Hujan Deras Guyur Surabaya, Dinding Penahan Kali Pakis Roboh

 

Seluruh kegiatan komunitasnya diabadikan dan disebarkan melalui youtube dengan nama macan kumbang.

 

Cara Sarin ini cukup efektif. Sebagai Babinsa, ia berhasil menyatu dengan masyarakat tempatnya berdinas. Berbagai kejadian yang berpotensi konflik bisa segera terdeteksi. Karena kedekatannya dengan warga, informasi apapun dengan mudah didapatnya. Ini sesuai dengan fungsi dan tugas Babinsa. Sebagai garda terdepan pertahanan negara.

 

BACA JUGA:4 Anggota Apink Putuskan 'Cerai' Dengan IST

BACA JUGA:Misi Gagal di Bulan, Perusahaan Swasta iSpace dari Jepang Tetap Semangat Rancang Misi Anyar

 

Selain Sarin, adapula Serka Juhartono. Babinsa dari Koramil 0803/09 Saradan. Programnya dalam bidang Olahraga.  Karate, menjadi pilihan cabang olahraga yang digunakan Juhartono untuk pendekatannya dengan warga sekitarnya.

 

Menurut Juhartono meskipun Madiun terkenal dengan kampung pesilat, namun ternyata karate juga mulai banyak peminatnya. “Kebanyakan anak-anak, terutama yang tidak masuk di Kampung Pesilat. Saat ini, Ada 200 anak binaan, dengan 6 Dojo. Saya juga mengajar ekstrakulikuler di beberapa sekolah ,” papar Juhartono.

 


Serka Juhartono mengajar Karate -Dok pribadi Serka Juhartono-

 

Ketua Tim Juri dari Harian Disway, Noor Arief Prasetyo mengapresiasi program-program dari Babinsa Kodim 0803/Madiun. “Ide-ide kreatif anggota Babinsa memang perlu diapresiasi dan diekspos. Sebagai penyemangat bagi mereka,” ungkap Arief.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: