Danantara: Lompatan Besar atau Sekadar Mimpi Besar?

Danantara: Lompatan Besar atau Sekadar Mimpi Besar?

ILUSTRASI Danantara: Lompatan Besar atau Sekadar Mimpi Besar?-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

INDONESIA baru saja melangkah dengan keyakinan yang penuh dalam memulai sebuah proyek besar. Proyek itu bernama Danantara. Sebuah nama yang terdengar berisi kekuatan –Daya Anagata Nusantara– yang diungkapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai kekuatan ekonomi masa depan Indonesia. 

Namun, apakah Danantara itu benar-benar bisa menjadi titik tolak bagi kebangkitan ekonomi Indonesia atau sekadar mimpi besar yang dihiasi jargon-jargon ambisius?

MENGGALI MAKNA ”DANANTARA”

”Daya berarti kekuatan, Anagata berarti masa depan, dan Nusantara adalah tanah air kita”. Itu adalah penjelasan dari Presiden Prabowo mengenai Danantara, sebuah badan pengelola investasi yang dibentuk dengan harapan membawa Indonesia ke arah yang lebih terintegrasi dan terstruktur dalam mengelola potensi ekonomi.

Sekilas, mungkin kita akan terkesan dengan ambisi dan semangat besar yang ada dalam konsep Danantara. 

Indonesia dengan segala kekayaan sumber daya alam dan potensi pasar terbesar di Asia Tenggara seharusnya bisa mengelola dan mengoptimalkan aset-aset negara menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. 

Namun, di balik semua janji manis itu, kita harus bertanya, apakah Danantara sekadar retorika besar ataukah memang sebuah lompatan signifikan bagi Indonesia?

MENGGANDENG BUMN DAN INVESTASI

Salah satu klaim terbesar dari proyek Danantara adalah pengelolaan aset-aset BUMN yang selama ini dianggap berjalan sendiri-sendiri, tak terkoordinasi. Dengan Danantara, BUMN akan disatukan dalam satu payung besar, yang diharapkan bisa mengoptimalkan aset-aset tersebut, menjadi lebih efisien, lebih terintegrasi, dan siap bersaing di pasar global. 

Sebagai superholding company, Danantara akan mengendalikan perusahaan-perusahaan besar seperti Bank Mandiri, Pertamina, PLN, Telkom Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia. Semua perusahaan itu akan dikelola di bawah satu atap yang sama.

Namun, pertanyaannya, apakah cukup dengan menyatukan kekuatan tersebut ekonomi Indonesia otomatis akan meningkat? Kita sering melihat negara-negara besar mengandalkan kekuatan investasi dan aset negara untuk mendorong pertumbuhan. 

Tapi, apakah Indonesia siap untuk mengelola semua ini dengan cara yang profesional dan efisien? Tanpa adanya pengawasan yang ketat dan transparansi yang jelas, bukan tidak mungkin Danantara justru menjadi bumerang.

PELAJARAN DARI TEMASEK: APAKAH INDONESIA BISA?

Konsep Danantara memang mengadopsi model dari Temasek Holdings –badan investasi negara milik Singapura yang sukses mengelola aset negara dengan sangat baik. Temasek telah membuktikan diri sebagai pemain besar dalam pengelolaan aset negara dengan hasil yang sangat menguntungkan. Namun, itu bukan cerita yang bisa direplikasi begitu saja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: