Longsor Proyek TPT Lapangan Mini Soccer di Jatinangor Tewaskan Empat Pekerja
Evakuasi korban longsoran tebing proyek lapangan mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.-disway.id-
HARIAN DISWAY - Longsor tebing setinggi sekitar enam hingga tujuh meter di lokasi proyek pembangunan tembok penahan tanah atau TPT untuk lapangan mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menewaskan empat orang pekerja, Jumat, 2 Januari 2026.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB saat delapan pekerja tengah melakukan penggalian fondasi TPT. Secara tiba-tiba, tebing di sekitar lokasi proyek ambruk dan menimbun para pekerja yang berada di bawahnya.
Akibat kejadian itu, enam orang pekerja tertimbun material longsoran tanah dengan ketinggian timbunan sekitar dua hingga tiga meter dan luas area terdampak kurang lebih 10 meter. Dari enam korban tertimbun, dua orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya ditemukan meninggal dunia setelah proses evakuasi berlangsung hingga malam hari.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Bandung Muhammad Adip menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh aktivitas konstruksi di lokasi proyek. Menurutnya, struktur tanah di sekitar tebing tidak mampu menahan beban galian sehingga roboh secara mendadak.
BACA JUGA:10 Kabupaten di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor
“Kronologi bermula dari aktivitas konstruksi yang menyebabkan tebing roboh dan menimbun para pekerja,” ujar Muhammad Adip.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Sumedang, Polres Sumedang, TNI, serta warga sekitar langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Total personel yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi mencapai hampir 200 orang.
Evakuasi dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana karena kondisi lokasi yang sempit serta adanya risiko longsor susulan. Petugas tidak menggunakan alat berat demi menjaga keselamatan tim penyelamat yang bekerja di bawah ancaman pergerakan tanah.
Dua korban selamat berhasil dievakuasi pada sore hari dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, proses pencarian korban lainnya berlangsung dramatis hingga malam hari di tengah cuaca mendung dan hujan yang sempat turun di lokasi.
BACA JUGA:KLH Segel 5 Perusahaan Tambang Diduga Perparah Banjir dan Longsor di Sumbar
BACA JUGA:Bibit Siklon 93S Picu Cuaca Ekstrem, BMKG: Waspada Banjir dan Longsor di Jawa, Bali, hingga Papua
Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya operasi pencarian dan evakuasi. Empat korban yang dinyatakan meninggal dunia masing-masing bernama Ade, 60, warga Cileunyi; Hadmi Gunawan, 40, warga Rancaekek Wetan; Irfan Kurniadi, 40, warga Cileunyi Wetan; serta Heri Firmansyah, 40, warga Jatinangor.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan bahwa proyek pembangunan TPT tersebut tidak mengantongi izin resmi. Ia menegaskan peristiwa ini bukan merupakan bencana alam murni, melainkan kecelakaan kerja yang diduga terjadi akibat kelalaian dalam pelaksanaan proyek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: