Ingin Cepat Move On? Berhenti Mengejar Closure dari Mantan!

Ingin Cepat Move On? Berhenti Mengejar Closure dari Mantan!

Mencari closure dari mantan justru bisa memperparah kesehatan emosional.--Pexels

HARIAN DISWAY - Setelah putus hubungan, banyak orang merasa membutuhkan satu percakapan terakhir, satu penjelasan jujur, atau satu permintaan maaf sebagai penutup emosional.

Anda sudah tahu, konsep itu kerap disebut sebagai closure, yang diyakini mampu menghadirkan ketenangan. Juga membantu seseorang melangkah ke depan.

Namun, menurut seorang terapis hubungan, mengejar closure dari mantan pasangan justru bisa melukai kesehatan emosional. Bahkan menghambat proses pemulihan.

Dilansir India Tv, Archana Singhal, Konselor dan Terapis Keluarga menjelaskan bahwa pencarian closure sering kali tampak menenangkan di permukaan. Tetapi menyimpan risiko psikologis yang tidak disadari.

BACA JUGA:Friendship Breakup: Kenapa Putus dari Sahabat Bisa Lebih Menyakitkan daripada Putus Cinta?

BACA JUGA:10 Tip Realistis Move On Tanpa Drama

“Closure memang terasa nyaman. Namun ketika kita terus mengejarnya, terutama dari orang lain, itu bisa membuat kita terjebak secara emosional. Bukan malah sembuh,” ungkapnya.


Mencari closure dari mantan setelah putus justru membuat seseorang sulit move on. --Pinterest

Dalam konteks hubungan romantis, closure biasanya diwujudkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menuntut jawaban pasti.

Mulai dari “Apa yang salah?”, “Apakah ini kesalahanku?”, hingga “Apakah kamu pernah benar-benar mencintaiku?”

Menurut Singhal, pertanyaan-pertanyaan itu muncul dari kebutuhan akan validasi, penjelasan, atau pertanggungjawaban agar kehilangan terasa masuk akal.

BACA JUGA:Glow Up Setelah Putus, Antara Self Love atau Balas Dendam Terselubung

BACA JUGA:Tarik Ulur dalam Hubungan, Sinyal Cinta atau Permainan Perasaan?

Masalahnya, hubungan tidak selalu berakhir dengan rapi. Tidak semua mantan pasangan bersedia berdialog terbuka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: