Viral di Medsos! Gurun Arab Saudi Mendadak Hijau, Benarkah Tanda Kiamat?
Fenomena gurun Arab Saudi yang mendadak hijau viral di media sosial dan memicu beragam tafsir. Fakta ilmiah menunjukkan perubahan ini berkaitan dengan kondisi alam dan iklim.-GettyImage-
HARIAN DISWAY - Menghijaunya gurun di Arab Saudi menjadi perbincangan hangat pada awal tahun ini. Media sosial (medsos) mempertontonkan video dan foto-foto kawasan tandus yang berubah hijau.
Beragam unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet dari berbagai negara. Sebagian netizen mengaitkannya dengan tanda akhir zaman atau gambaran yang kerap disebut dalam literatur keagamaan.
Isu tersebut pun berkembang luas dan memicu perdebatan. Di satu sisi muncul tafsir religius, di sisi lain muncul penjelasan ilmiah.
BACA JUGA:Deretan Fenomena Kosmik 2026, Bulan dan Matahari Jadi Bintang Utama
BACA JUGA:Fenomena Lucky Face, Ketika Feng Shui Wajah dan Tren Estetika Modern Bertemu
Fenomena Alam yang Bukan Baru Pertama Terjadi
Secara ilmiah, gurun yang menghijau bukanlah peristiwa yang sepenuhnya baru. Fenomena serupa pernah terjadi di beberapa wilayah Arab Saudi sebelumnya.
Kondisi itu umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat. Hujan tersebut menciptakan kelembapan tanah yang cukup untuk memicu pertumbuhan vegetasi.
Benih tanaman yang sebelumnya tidak aktif dapat tumbuh dengan cepat setelah hujan. Akibatnya, gurun tampak berubah drastis dalam waktu relatif singkat.
Namun, kondisi ini biasanya bersifat sementara. Ketika cuaca kembali kering, vegetasi akan menghilang secara alami.
BACA JUGA:Fenomena Cuaca Ekstrem: BMKG Ungkap Penyebab Panas Terik di Sejumlah Wilayah Indonesia
BACA JUGA:Fenomena Gerhana Bulan, Dulu Mitos, Kini Bisa Dinikmati Siapa Saja
Curah Hujan dan Pola Iklim

CURAH HUJAN TINGGI dan perubahan pola iklim dapat membuat wilayah gurun tampak hijau dalam waktu singkat. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan bergantung pada cuaca.-freepik-
Arab Saudi dikenal sebagai wilayah beriklim kering. Meski demikian, hujan lebat sesekali tetap bisa terjadi akibat perubahan pola cuaca.
Fenomena cuaca ekstrem dapat membawa massa udara lembap ke wilayah gurun. Kondisi inilah yang memungkinkan hujan turun di area yang jarang mengalami presipitasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim global juga memengaruhi pola hujan di berbagai belahan dunia. Wilayah gurun pun tidak sepenuhnya luput dari dampaknya.
Para ahli menilai bahwa meningkatnya frekuensi hujan ekstrem dapat menjadi salah satu faktor penyebab gurun terlihat lebih hijau. Meski demikian, hal tersebut belum menunjukkan perubahan iklim permanen di kawasan itu.
BACA JUGA:Sudah Kemarau Tapi Sering Turun Hujan, BMKG Jelaskan Fenomena Kemarau Basah
BACA JUGA:Fenomena Premanisme dan Ancaman terhadap Iklim Investasi
Dikaitkan dengan Tanda Akhir Zaman
Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan sejumlah narasi keagamaan. Sebagian masyarakat menilai perubahan gurun menjadi hijau sebagai pertanda mendekatnya hari kiamat.
Pandangan tersebut muncul karena adanya teks keagamaan yang menyebutkan bahwa tanah Arab akan kembali subur sebelum kiamat tiba. Tafsir ini lalu berkembang luas tanpa penjelasan yang memadai.
Sejumlah tokoh agama mengingatkan agar fenomena alam tidak ditafsirkan secara tergesa-gesa. Mereka menekankan pentingnya melihat peristiwa tersebut secara proporsional.
Pendekatan keagamaan dan ilmiah dinilai perlu berjalan beriringan. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terjebak pada kesimpulan yang menimbulkan kepanikan.
BACA JUGA:Fenomena Perigee di Januari, Wilayah Pesisir Ini Rawan Terdampak Banjir
Jejak Sejarah Gurun yang Pernah Hijau

SEMENANJUNG ARAB, secara geologis, memiliki sungai dan vegetasi yang subur ribuan tahun lalu. Fakta ini menunjukkan gurun tidak selalu tandus seperti saat ini.-freepik-
Secara geologis, wilayah Semenanjung Arab pernah mengalami masa yang jauh lebih basah. Ribuan tahun lalu, kawasan tersebut memiliki danau, sungai, dan vegetasi yang lebih lebat.
Perubahan iklim jangka panjang kemudian membuat wilayah itu menjadi gurun seperti saat ini. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di Arab Saudi tidak selalu statis.
Penemuan fosil dan endapan sedimen mendukung teori bahwa Arab Saudi pernah menjadi wilayah hijau. Oleh sebab itu, kemunculan vegetasi sesaat bukan hal yang asing.
Namun, kembalinya kondisi hijau secara permanen membutuhkan perubahan iklim besar dalam jangka waktu sangat panjang.
BACA JUGA:BMKG: Fenomena Awan CB Jadi Pemicu Hujan Lebat hingga Sebabkan Banjir di Surabaya
BACA JUGA:Melihat Fenomena Midnight Sun, Saat Matahari Bersinar 24 Jam di Finlandia
Program Penghijauan di Arab Saudi
Selain faktor alam, Arab Saudi juga menjalankan berbagai program lingkungan. Pemerintah setempat memiliki inisiatif jangka panjang untuk memperluas ruang hijau.
Program tersebut mencakup penanaman pohon, pemulihan lahan, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Tujuannya adalah mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup.
Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dan terencana. Meski demikian, hasilnya tidak bisa disamakan dengan fenomena alam yang terjadi secara tiba-tiba.
Tidak semua gurun yang tampak hijau berasal dari intervensi manusia. Banyak di antaranya murni akibat kondisi cuaca.
BACA JUGA:Gurun Arab Jadi Hijau, Isu Kiamat hingga Penjelasan Ilmiah
BACA JUGA:BMKG: Siklon Tropis Bakung Picu Gelombang Tinggi, Cuaca Indonesia Akhir Pekan Perlu Diwaspadai
Respons Publik dan Media Sosial
Medsos berperan besar dalam menyebarkan kabar tentang sebuah fenomena. Termasuk, fenomena hijaunya gurun Arab. Dalam waktu singkat, gambar dan video gurun hijau tersebar luas tanpa konteks yang lengkap.
Sebagian unggahan menggunakan judul sensasional. Hal ini memicu spekulasi dan interpretasi berlebihan di tengah masyarakat.
Para pengamat menilai literasi informasi menjadi kunci penting. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi sebelum menarik kesimpulan.
Fenomena alam seharusnya menjadi sarana edukasi, bukan sumber kepanikan. Pemahaman yang seimbang dapat membantu publik menyikapi isu dengan lebih bijak.
BACA JUGA:Krisis Iklim Ancam Hidangan Natal di Berbagai Negara, Kalkun hingga Kayu Manis Kian Langka dan Mahal
BACA JUGA:6 Tantangan Lingkungan Hidup terhadap Perubahan Iklim Global
Fenomena gurun Arab Saudi yang mendadak hijau memang menarik perhatian banyak pihak. Namun, perubahan tersebut dapat dijelaskan melalui faktor alam, pola iklim, dan sejarah lingkungan kawasan tersebut.
Mengaitkan fenomena alam dengan narasi tertentu perlu dilakukan secara hati-hati. Pendekatan ilmiah dan pemahaman yang rasional tetap menjadi kunci dalam membaca setiap perubahan yang terjadi di alam. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber