Jangan Asal Makan, Ini Asupan yang Cocok untuk Buka Intermittent Fasting

Jangan Asal Makan, Ini Asupan yang Cocok untuk Buka Intermittent Fasting

REKOMENDASI makanan yang cocok untuk awali jendela makan saat intermittent fasting.--unsplash.com

HARIAN DISWAY - Berhasil menahan lapar selama 14 hingga 16 jam bukan berarti boleh "balas dendam" saat tiba waktunya makan. Ikhtiar berjam-jam terancam sia-sia jika pilihan asupan saat "berbuka" adalah makanan tinggi gula, gorengan, atau makanan cepat saji dalam jumlah berlebihan.

Makanan pertama yang masuk ke tubuh setelah berpuasa sangat berpengaruh pada sistem pencernaan. Sebab, setelah istirahat sekian lama, tubuh perlu memulihkan energi dan mencerna makanan kembali.

Cara tubuh memulihkan energi dan mencerna makanan bergantung pada asupan yang diterima. Jika pilihan asupannya tepat, maka puasa yang dilakukan akan berkontribusi baik bagi tubuh, dan demikian sebaliknya.

Menurut Harvard Health, intermittent fasting bisa menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki sejumlah faktor risiko penyakit. Misalnya, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol.

BACA JUGA:Mengenal Intermittent Fasting: Pola Jam Makan dan Manfaatnya untuk Mengusir Lemak Perut

BACA JUGA:Fakta tentang Diet Tren: Intermittent Fasting hingga Keto, Apakah Efektif dan Aman

Namun, manfaat tersebut tidak hanya diperoleh lewat puasa, melainkan juga kemampuan memilih asupan makanan saat "jendela makan" dibuka.

Lantas, makanan apa saja yang cocok dikonsumsi saat menjalani intermittent fasting?


BUAH-BUAHAN menjadi salah satu jenis makanan yang cocok untuk mengisi jendela makan saat menjalani intermittent fasting.--unsplash.com

1. Buah-Buahan Segar

Buah menjadi pilihan tepat untuk mengawali waktu makan. Pisang, semangka, apel, pepaya, dan buah beri mengandung vitamin, mineral, serat, dan gula alami.

Kandungan itu bisa membantu tubuh mengembalikan energi secara bertahap tanpa membuat sistem pencernaan bekerja terlalu berat. 

BACA JUGA:Ini Kesalahan Intermittent Fasting yang Bikin Hasil Tak Maksimal

BACA JUGA:Diet Intermittent, Apakah Aman bagi Tubuh?

2. Telur

Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna. Selain memberikan rasa kenyang lebih lama, protein juga berperan dalam menjaga massa otot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harvard health