Ketika Bom Memilih Peran Keluarga

Ketika Bom Memilih Peran Keluarga

ILUSTRASI Ketika Bom Memilih Peran Keluarga.-AI/ARYA-HARIAN DISWAY-

”Amerika Serikat punya ibunya. Iran menyiapkan bapaknya. Tiongkok membawa guntingnya.”

ADA yang kadang membuat kita terheran-heran. Perang sekarang rupanya sudah masuk urusan keluarga.

Amerika Serikat (AS) punya Mother of All Bombs. Iran lalu bilang, tunggu, saya siapkan Father of All Bombs. Nah, lho. Kalau begini terus, sebentar lagi muncul kakeknya. Atau, mungkin omnya. Atau, sepupunya yang tinggal di kampung.

Masalahnya bukan soal nama. Masalahnya, kalau keluarga itu bertengkar, yang pecah bukan piring. Bisa satu kota. Pun, yang kena bukan yang berdebat. Melainkan, yang jualan bakso di pinggir jalan.

BACA JUGA:Mengapa AS-Israel Takut Iran Punya Bom Nuklir?

BACA JUGA:Bom Cinta di Majalengka

Ibunya Pernah Mengamuk

AS punya GBU 43/B. Beratnya hampir 10 ton. Ledakannya setara 11 ton TNT. Julukannya MOAB (Mother of All Bombs).

Pada 2017, ibunya sudah pernah turun kerja. Digunakan di Afghanistan. Dan berhasil. Setidaknya menurut versi mereka.

Lalu, pada 15 Oktober 2026, beberapa laporan menyebut MOAB masuk opsi serangan terhadap Iran.

Perhatikan, ya. Opsi. Bukan perintah. Beda tipis. Tapi, beda penting. Seperti wanita bilang terserah. Kadang itu hanya jebakan. Bukan izin.

Orang lalu bertanya. Kalau MOAB begini hebat, kenapa tidak dipakai saja. Nah, ini yang lucu.

BACA JUGA:Pengeboman Mapolsek Astana Anyar, Deradikalisasi Gagal

BACA JUGA: Konvoi Khilafah sampai Bom Borobudur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: