SIDOARJO, HARIAN DISWAY – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II turut berpartisipasi dalam rapat pleno ALCo (Asset Liabilities Committee) APBN KiTa Regional Jawa Timur yang digelar oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur.
Acara berlangsung di Aula Majapahit GKN I, Jalan Indrapura No. 5 Surabaya, pada Rabu (26/02/2025), dengan kombinasi kehadiran luring dan daring melalui Zoom Meeting.
Rapat dipimpin oleh Dudung Rudi Hendratna, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur sekaligus Kakanwil DJKN Jawa Timur. Turut hadir pejabat dari berbagai unit vertikal Kementerian Keuangan, termasuk
Basuki Prijono (Kabid Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Jawa Timur II), Untung Basuki (Kakanwil Ditjen Bea Cukai Jatim I), dan Iwan Handoko (Kabag Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jawa Timur).
Pleno ALCo ini dilaksanakan secara hemat sebagai wujud komitmen Kemenkeu mendukung penghematan anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Coretax Sering Error, Sri Mulyani Pastikan DJP Lakukan Perbaikan
BACA JUGA:DJP Evaluasi Aplikasi Coretax: Validasi 236.221 Faktur Pajak dalam 9 Hari
Selain dihadiri secara luring oleh perwakilan unit vertikal Kemenkeu di Surabaya dan sekitarnya, acara juga diikuti secara daring oleh peserta dari Balai Diklat Keuangan Malang, perguruan tinggi, serta seluruh unit vertikal Kemenkeu di Jawa Timur.
Capaian Ekonomi dan Realisasi APBN Jawa Timur
Hingga Januari 2025, realisasi pendapatan negara di Jawa Timur mencapai Rp19,49 triliun atau 6,86% dari target Rp284,26 triliun. Penerimaan perpajakan menyumbang Rp19,05 triliun (6,83%), sementara PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mencapai Rp445,23 miliar (8,4%).
Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp12,16 triliun (9,72% dari pagu), dengan rincian:
- Belanja K/L: Rp1,5 triliun
- Transfer ke Daerah (TKD): Rp10,66 triliun
Dudung Rudi Hendratna menjelaskan bahwa penerimaan perpajakan disumbang oleh DJP sebesar Rp7,05 triliun dan DJBC sebesar Rp11,99 triliun. "APBN Regional Jawa Timur berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga keseimbangan ekonomi," ujarnya.
Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
Jawa Timur tetap menjadi kontributor utama perekonomian Pulau Jawa dan nasional, dengan sumbangan sebesar 25,23% dan 14,39% terhadap PDRB masing-masing. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDRB daerah.
BACA JUGA:Kenaikan PPN 12%, Ini 17 Poin DJP yang Perlu Disimak
BACA JUGA:DJP Jatim II Resmikan Tax Center Ke-23 di ITB Ahmad Dahlan Lamongan
Inflasi Jawa Timur pada Januari 2025 tercatat sebesar 1,06% (yoy), didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai rawit. Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga meningkat 1,20% dari Desember 2024, mencapai 98,09 poin, dipengaruhi oleh komoditas perairan seperti udang, belut, nila, layang, kembung, dan cumi-cumi.