Edisi Perdana, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia di Dubai

Edisi Perdana, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia di Dubai

PETUGAS medis mengecek kondisi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang jatuh dan berpasangan dengan Pramudya Kusumawardana.--Foto Antara

ADA sejarah baru dalam penyelenggaraan Kejuaraan Asia. Untuk kali pertama Dubai akan menjadi tuan rumah ajang tersebut. Ibu kota Uni Emirat Arab itu akan menggelar lima edisi Kejuaraan Asia individu mulai tahun depan. Artinya, Kejuaraan Asia 2023–2027 akan digelar di Dubai.

Ini juga kali pertama Kejuaraan Asia digelar di Asia Barat. Sejak diadakan pertama pada 1962, Kejuaraan Asia paling sering digelar di Malaysia sebanyak sepuluh kali. Kemudian, Tiongkok juga sepuluh kali. Lima di antaranya digelar di Wuhan pada edisi 2015–2019.

Namun, pada edisi 2020 dan 2021, Kejuaraan Asia dibatalkan. Hal tersebut terjadi karena adanya pandemi Covid-19. Apalagi, Wuhan yang saat itu menjadi tuan rumah merupakan asal virus tersebut. Akhirnya, setelah vakum dua tahun, Kejuaraan Asia bisa kembali digelar di Manila.

Kemudian, Indonesia dan India sama-sama lima kali menjadi tuan rumah. Disusul Filipina tiga kali. Thailand pernah dua kali menjadi tuan rumah. Kemudian, Hongkong, Taiwan, dan Korea Selatan masing-masing sekali menjadi tuan rumah.

Dilansir dari Inside The Games, Ketua Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC) Anton Subowo telah menyetujui kerja sama dengan Beyond Boundaries. Mereka adalah perusahaan manajemen olahraga dan konsultan yang berbasis di Dubai. Kesepakatan itu telah terjadi di Singapura pada bulan lalu.

Bulu tangkis adalah salah satu olahraga yang sangat populer dengan tingkat partisipasi yang tinggi dan memiliki basis penggemar sepanjang masa. Akan sangat menyenangkan untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia di arena yang baru,” ujar Anton.

Kejuaraan Asia 2022 digelar di Filipina. Pada edisi ke-39 tersebut, Indonesia mengamankan satu gelar melalui Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pada pertandingan final, mereka berhasil mengalahkan Aaron Chia/So Wooi Yik.

Itu merupakan kali pertama ganda putra menjadi juara Asia setelah Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2009. Sementara itu, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Lee Zii Jia di final Kejuaraan Asia 2022 itu.

Sebelumnya, pada Kejuaraan Asia 2019, Indonesia pulang dengan tanpa hampa. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo takluk di babak final dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Sementara itu, Della Destiara Haris/Rizki Amelia radipta terhenti di semifinal. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: