Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Forensik

Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Forensik

Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi ditemukannya satu keluarga meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.-Istimewa-

JAKARTA, HARIAN DISWAY- Polres Metro Jakarta Utara masih menyelidiki penyebab kematian satu keluarga di wilayah Warakas Tanjung Priok jakarta Utara. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi teka-teki.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso menyatakan bahwa penyidik belum dapat memastikan penyebab kematian para korban karena proses analisis masih berlangsung.

“Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya pada Jumat, 1 Januari 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, ketiga korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa serta terdapat bercak kemerahan pada tubuh. Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

BACA JUGA:Tegas! BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Penyebab Keracunan dalam Program MBG

BACA JUGA:Pembunuhan Motif Utang Rp2,4 Juta di Gondanglegi, Malang: Soal Faktor X pada Otak

Ketiga jenazah saat ini menjalani pemeriksaan mendalam di Rumah Sakit Polri. Polisi juga telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan tetangga korban.

Sebelumnya, warga Warakas dikejutkan dengan penemuan tiga jasad di dalam sebuah rumah kontrakan. Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji Pradana menyebutkan bahwa pemeriksaan awal mengarah pada dugaan keracunan.

Korban diketahui terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya, sementara dua anak lainnya berhasil selamat. Penemuan pertama kali dilaporkan oleh anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas bernama Zen, yang menyampaikan bahwa ibu korban merupakan orang tua tunggal.

“Pak RT teriak ada keracunan, minta tolong panggil ambulans,” kata Zen.

BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Sadis Bocah 9 Tahun di Cilegon: Pakar Mengatakan, Pelaku Orang Dalam

BACA JUGA:Polisi Ungkap Pembunuhan Mahasiswi UMM di Pasuruan: Inilah Taktik Pelaku

Ia juga mengungkapkan adanya luka melepuh pada kulit ketiga korban.

Salah satu korban yang selamat kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Polisi menegaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian tersebut.

*) Mahasiswa magang Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: