Satelit Hebat, DM Lebih Jahat

Satelit Hebat, DM Lebih Jahat

ILUSTRASI Satelit Hebat, DM Lebih Jahat.-Arya/AI-Harian Disway-

Yang sedang berjalan bukanlah perang iman, melainkan perang transaksi. Yang dihitung bukan lagi dosa dan pahala, melainkan untung dan rugi. Siapa menekan siapa, siapa memberikan konsesi apa, dan siapa yang mendapatkan bagian setelah kekacauan reda. Agama kini hanyalah bahasa, bukan penentu arah. Arah ditentukan oleh kalkulator.

Dalam logika itu, Iran bukanlah musuh abadi bagi Barat, melainkan ”aset bermasalah”. Ibarat gedung tua di pusat kota, jika bisa direnovasi dan menghasilkan uang, mengapa harus diratakan? Hak asasi manusia kini pindah ke catatan kaki, yang utama adalah nilai tawar.

Iran membaca permainan itu dengan sangat jernih. Kaki kiri mereka menciptakan kekacauan murah, propaganda digital, peretasan, operasi proksi, dengan pesan sederhana, ”saya bisa bikin repot.” Kaki kanan mereka menyiapkan kursi di meja perundingan, ”jika harganya cocok, kita bicara.” Ironinya sangat tebal.

JANGAN MEREMEHKAN DM

Jadi, bagaimana perasaan Anda sekarang? Apakah merasa aman karena negara kita jauh dari zona ledakan? Jangan naif.

Dunia spionase hari ini bukan lagi milik pria berdasi yang minum martini di kasino ala James Bond. Itu kuno. Dunia hari ini milik ”admin” yang mungkin sedang duduk di warung kopi sambil makan gorengan, sembari merekrut mata-mata lewat direct message (DM) Instagram.

Perang hari ini milik peretas yang membiarkan AS membangun benteng digital triliunan dolar, lalu masuk lewat pintu belakang yang kuncinya lupa dicabut. Kita terombang-ambing di samudra data yang aneh itu. 

AS punya satelit yang bisa melihat nomor pelat mobil Anda dari luar angkasa. Hebat. Namun, Iran punya cara untuk membujuk tetangga Anda membakar mobil itu, hanya dengan bermodal pulsa dan janji transfer kripto.

Raksasa teknologi menawarkan kenyamanan yang membuai, sedangkan gerilyawan digital menawarkan kekacauan yang murah meriah. Dan, kita berada tepat di tengah-tengahnya, memegang ponsel yang terus bergetar di saku celana.

Coba cek ponsel Anda. Ada notifikasi baru? Hati-hati. Jika ada orang asing menawarkan uang dolar via DM, jangan buru-buru membalas. Itu bukan jodoh. Itu geostrategi. (*)

*) Efatha Filomeno Borromeu Duarte adalah dosen ilmu politik, Universitas Udayana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: