Satelit Hebat, DM Lebih Jahat

Satelit Hebat, DM Lebih Jahat

ILUSTRASI Satelit Hebat, DM Lebih Jahat.-Arya/AI-Harian Disway-

BACA JUGA:Wamenlu: Satelit Eropa Salah Baca, Kebun Pisang Dikira Hutan Tropis

BACA JUGA:Hong Kong Siap Luncurkan Satelit Pertamanya

AS unggul di sinyal. NSA bisa menyadap komunikasi lintas benua dengan teknologi presisi yang mahal dan memesona. Masalahnya sederhana, sinyal bisa dimatikan, ponsel bisa dibuang, dan server bisa diputus.

Iran memilih mengirim orang. Makhluk yang bernapas, bergerak, dan menyamar. Profesi yang dipilih pun cerdas: wartawan. Ia pekerjaan yang paling jarang dicurigai di zona konflik. 

Satelit memang bisa melihat tank dari angkasa, tetapi satelit tidak bisa membaca niat di kepala manusia. AS percaya pada layar, Iran percaya pada tatapan mata dan obrolan kecil. Cara yang sangat purba, tetapi justru itulah yang membuatnya mematikan.

KECOA GEOPOLITIK

Jangan tersinggung dengan istilah ”kecoa”. Dalam ilmu pertahanan, itu adalah pujian. Kecoa adalah makhluk paling tangguh di bumi. Jika nuklir meledak dan manusia punah, kecoa tetap hidup.

Iran adalah ”kecoa geopolitik”. Sementara universitas bergengsi seperti EPFL di Swiss mulai memperketat seleksi peneliti asing karena takut teknologi drone mereka dicuri mahasiswa Iran, kenyataannya sudah terlambat. Mahasiswa Iran sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Mereka belajar di Barat, lalu pulang membawa ilmu.

Saat AS sibuk berdebat soal izin kabel listrik yang memakan waktu lima tahun, insinyur Iran di bengkel bawah tanah sudah merakit drone Shahed dari komponen mesin potong rumput dan chip mainan anak-anak. Hasilnya, drone murah itulah yang kini membuat NATO pusing tujuh keliling di Ukraina.

AS terobsesi dengan ”benda berkilau” seperti AI canggih. Iran sibuk dengan benda kasar yang meledak. Dan, dalam perang nyata, yang kasar sering kali menang jika lawan yang cantik.

Kontras itu terasa satire. Di Washington, muncul ambisi besar untuk kembali menguasai industri chip agar tidak terus didikte Asia. Niatnya besar, tetapi birokrasinya raksasa. Untuk menyalakan satu pabrik chip canggih, dibutuhkan listrik stabil sekitar 1,2 gigawatt, setara dengan satu Hoover Dam. 

Satu bendungan raksasa hanya untuk satu pabrik. Itu pun belum menghitung drama perizinan, rapat dengar pendapat, dan debat bertahun-tahun.

Di sisi lain, Iran tidak pusing soal bendungan. Mereka tidak butuh pabrik steril. Drone dirakit di bengkel las dengan chip pasar gelap dan GPS murah. Satu Hoover Dam melawan satu bengkel las. Yang satu sibuk rapat, yang satu sibuk terbang. Soal efisiensi, silakan Anda nilai sendiri.

PERANG TRANSAKSI

Banyak orang mengira konflik tersebut adalah soal agama atau ideologi. Itu wajar. Sebab, narasi itulah yang paling laku dijual untuk membakar semangat massa di mimbar dan medan perekrutan. Akan tetapi, di tingkat negara, ceritanya sudah berganti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: