Hilangnya Batoto dari Jagat Maya: (I)legalitas Komik di Era Digital

Hilangnya Batoto dari Jagat Maya: (I)legalitas Komik di Era Digital

ILUSTRASI Hilangnya Batoto dari Jagat Maya: (I)legalitas Komik di Era Digital-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

KEHADIRAN teknologi digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengonsumsi media, termasuk komik. komik tidak lagi dinikmati hanya dalam bentuk cetak, tetapi juga dalam bentuk digital. 

Hal itu memungkinkan pembaca untuk mengakses komik kapan saja dan di mana saja. Namun, perubahan tersebut juga telah menimbulkan kekhawatiran etis. Salah satunya adalah kemunculan situs komik ilegal.

Baru-baru ini penggemar komik dihebohkan dengan berita bahwa situs komik ilegal terbesar, Batoto, telah ditutup secara permanen sejak 19 Januari 2026. Hal itu merupakan tidak lanjut dari upaya penangkapan terhadap operator situs Batoto oleh kepolisian Tiongkok pada 19 November 2025.

Disinyalir, Batoto memiliki lebih dari ribuan komik ilegal dari seluruh dunia yang telah diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa. Mayoritas dari komik-komik tersebut merupakan hasil dari pemindaian dan penerjemahan yang dilakukan secara ilegal, yang kemudian diunggah di situs Batoto tanpa melalui proses lisensi yang sah. 

BACA JUGA:Sinopsis Film Look Back, Anime Kisah Cinta Dua Pelukis Komik

BACA JUGA:FK Unair Edukasi Pencegahan Anemia ke Remaja Melalui Komik Edukasi

Akibatnya, industri komik –khususnya komik Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok–mengalami kerugian hingga lebih dari 5 miliar dolar AS atau setara 84 triliun rupiah pada 2025.

PRAKTIK PEMBAJAKAN DI KALANGAN PENGGEMAR KOMIK

Batoto bukan satu-satunya situs komik ilegal yang menyediakan akses terhadap berbagai komik secara bebas dan gratis. Sebelum Batoto, ada banyak situs komik ilegal lain yang sudah pernah hadir di jagat maya. Misalnya, MangaFox, OneManga, dan MangaPanda. 

Situs-situs ilegal tersebut muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya hambatan bagi para pembaca komik untuk dapat membaca komik secara legal dan mudah.

Di Jepang, tidak semua komik yang diterbitkan secara cetak dapat dinikmati secara digital. Komik-komik yang tersedia dalam versi digital didominasi komik-komik baru dan populer yang dipublikasikan penerbit tertentu. 

BACA JUGA:Tapak Sena: Komik Buatan Mahasiswa DKV ITS, Suarakan Isu Limbah Makanan Anak-Anak

BACA JUGA:Evolusi 'Shang-Chi': Dari Karakter Komik Terlupakan Jadi Superhero Layar Lebar

Sebaliknya, komik-komik lawas dan komik-komik yang minim publisitas justru banyak dijual dalam bentuk cetak sehingga ketika komik tersebut sudah habis terjual, akan sulit ditemukan di peredaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: