Kesempatan Mahasiswa Bidikmisi Ikut KKN Internasional

Kesempatan Mahasiswa Bidikmisi Ikut KKN Internasional

MAHASISWA Unair melakukan KKN internasional di Groningen, Belanda.-Humas Unair-

DALAM rangka kegiatan pengabdian masyarakat, Universitas Airlangga pada Juli 2023 ini mengirim 37 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan KKN internasional di Hiroshima University dan Universitas Malaysia Trengganu.  

Di luar KKN internasional, dalam rangka MBKM (Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka), beberapa fakultas seperti fakultas kedokteran dilaporkan juga mengirim mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang di sejumlah negara. Yakni, Lithuania, Belanda (Groningen), dan lain-lain. Mereka akan belajar sekaligus mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di masyarakat dan institusi di luar negeri.

Berbeda dengan kegiatan KKN di dalam negeri yang lebih banyak dilaksanakan di lingkungan masyarakat rentan, di luar negeri kegiatan KKN dilaksanakan dengan cara bekerja sama dengan perguruan tinggi di negara tujuan untuk melaksanakan kegiatan bersama kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilakukan bersama-sama agar setiap mahasiswa dapat saling belajar dan merasakan pengalaman bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang sosial-budaya yang berbeda.

Meski jumlah mahasiswa yang ikut KKN internasional tidak banyak, bagi PT, keikutsertaan mahasiswa dan dosen pembimbing dalam kegiatan KKN internasional merupakan bagian dari proses membangun jejaring global. Lebih dari sekadar merasakan pengalaman mengabdikan keilmuan yang dipelajari di negeri orang, KKN internasional membuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih intens dengan komunitas akademik di dunia internasional.

BACA JUGA:Belajar Bersama Komunitas, untuk Apa?

BACA JUGA:Penerima Beasiswa Luar Negeri Tak Pulang, Sosiolog Unair: Maraknya Fenomena Brain Drain

 

Manfaat

KKN internasional merupakan salah satu program yang dikembangkan PT di tanah air untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman bekerja sama dengan komunitas akademik di dunia internasional. Banyak PT di tanah air yang mengembangkan program KKN internasional. Itu bukan sekadar untuk gagah-gagahan, melainkan memang dimaksudkan untuk membuka wawasan global. Khususnya bagi para mahasiswa yang berminat untuk mengembangkan potensi diri di dunia global.

Berbeda dengan KKN di dalam negeri yang tidak mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang kuat, bagi mahasiswa peserta KKN internasional, mereka tidak hanya harus menyiapkan dana yang cukup, tetapi juga dituntut  memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai. Di sini ukuran keberhasilan pelaksanaan KKN internasional bukan ditentukan jumlah mahasiswa yang ikut kegiatan itu, tetapi yang lebih penting adalah pada indikator peningkatan wawasan dan pengalaman mahasiswa bergaul di lingkungan komunitas akademik di luar negeri.

Manfaat paling dasar dari mengikuti kegiatan KKN internasional adalah bertambahnya wawasan internasional, menambah relasi serta pandangan global, mengetahui budaya asing, menumbuhkan minat kuliah di luar negeri, mendapatkan sertifikat internasional dalam pengabdian masyarakat, dan menstimulus cara berpikir mahasiswa agar dapat lebih aktif dan kreatif. Selain itu, mahasiswa bisa mencari waktu luang untuk menikmati aktivitas pleasure, berwisata sekaligus mempelajari kekayaan budaya yang ada di negara tujuan KKN.

Hanks & Grayman (2009) yang meneliti dampak international service learning terhadap perubahan kepribadian peserta menemukan bahwa KKN internasional terbukti memberikan sejumlah dampak positif. Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa dengan mengikuti KKN internasional, mahasiswa tidak hanya mengalami perubahan cara pikir yang lebih berwawasan luas, tetapi juga menumbuhkan pola kepemimpinan baru yang lebih baik. Juga, menumbuhkan kepribadian yang lebih multipluralis.

BACA JUGA:Cegah Korupsi sejak Mahasiswa Unair

BACA JUGA:Pergeseran Paradigma KKN-BBK Mahasiswa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: