7 Cara Alami Redakan Sakit Gigi Berdenyut

7 Cara Alami Redakan Sakit Gigi Berdenyut

4 Langkah Jitu Meredakan Nyeri Sakit Gigi dengan Bahan Alami---Freepik

HARIAN DISWAY - Sakit gigi berdenyut kerap muncul tiba-tiba. Tentu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika tak sempat ke dokter gigi, sejumlah cara alami di rumah dipercaya mampu meredakan nyeri sakit gigi.

Cara-cara itu merupakan solusi cepat dan mudah dipraktikkan. Menggunakan bahan yang umumnya sudah tersedia di rumah. Dua di antaranya adalah kumur air garam dan minyak cengkeh.

Meski cukup efektif meredakan nyeri sementara, cara-cara itu tidak menggantikan pemeriksaan dokter gigi.

BACA JUGA:6 Obat Herbal Atasi Sakit Gigi

BACA JUGA:5 Manfaat Scaling Gigi Rutin 6 Bulan Sekali yang Sayang Dilewatkan

Berikut tujuh cara alami mengatasi sakit gigi berdenyut yang bisa dicoba di rumah.


Menjaga kebersihan gigi adalah kunci untuk mencegah sakit gigi selama Ramadan. --Pinterest

1. Kumur Air Garam

Kumur air garam menjadi solusi pertama yang paling banyak disarankan. Itu cukup ampuh untuk meredakan sakit gigi.

Caranya, campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Lalu kumur selama sekitar 30 detik sebelum dibuang.

Air garam bekerja sebagai disinfektan alami. Mampu membantu mengurangi peradangan. Sekaligus membersihkan sisa makanan atau kotoran di sela gigi yang memicu iritasi.

Cara itu bisa diulang beberapa kali sehari. Namun, sebaiknya dibatasi dua hingga tiga kali agar mulut tidak terlalu kering.

BACA JUGA:Ini 7 Perlengkapan Wajib untuk Merawat Gigi Sehari-hari di Rumah

BACA JUGA:Jangan Tunggu Sakit, Menjaga Kesehatan Gigi Adalah Investasi untuk Anak dan Orang Dewasa

2. Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh telah lama dikenal sebagai obat alami sakit gigi. Berkat kandungan eugenol di dalamnya.

Eugenol merupakan senyawa yang bersifat sebagai pereda nyeri sekaligus antiseptik. Banyak pengguna melaporkan rasa nyeri mereda.

Hanya dalam hitungan menit setelah penggunaan. Dengan efek mati rasa yang bisa bertahan beberapa jam.

Cara pakainya, teteskan sedikit minyak cengkeh pada kapas. Lalu tempelkan langsung ke gigi yang sakit selama beberapa menit.

BACA JUGA:Jangan Anggap Remeh Kebiasaan Tak Gosok Gigi Sebelum Tidur

BACA JUGA:4 Peran Besar Sayur untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi

Bila tidak ada minyak cengkeh, cengkeh utuh yang dihaluskan menjadi pasta juga bisa dijadikan alternatif.

3. Kompres Dingin

Kompres dingin cocok digunakan saat sakit gigi. Termasuk yang disertai bengkak akibat cedera atau peradangan.

Bungkus es batu dengan kain. Lalu tempelkan pada pipi di area gigi yang nyeri selama 15 hingga 20 menit.

Cara itu membantu meredakan pembengkakan. Sekaligus membuat area yang sakit terasa lebih kebas.

BACA JUGA:Pengaruh Rokok bagi Gigi dan Mulut: Mulai Kanker Mulut hingga Bibir Bengkak

BACA JUGA:Bahaya! Infeksi Gigi Berlubang Bisa Menjalar ke Jantung dan Otak

Namun, kompres dingin cenderung kurang efektif untuk nyeri. Terlebih nyeri itu berasal dari saraf akibat gigi berlubang atau infeksi dalam.

4. Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa berbasis sulfur. Dengan sifat antimikroba di dalamnya yang cukup kuat.

Senyawa itu dipercaya mampu melawan bakteri penyebab kerusakan gigi. Sekaligus mengurangi peradangan pada area yang nyeri.

Haluskan satu siung bawang putih hingga menjadi pasta. Lalu tempelkan pada gigi yang sakit selama beberapa menit.

BACA JUGA:Kenali Mitos dan Fakta Pemutihan Gigi untuk Senyum yang Cerah

BACA JUGA:Gosok Gigi dengan Sikat Manual atau Elektrik? Mana Yang Lebih Baik?

Cara lain yang lebih sederhana adalah langsung menggigit perlahan bawang putih segar. Hingga getahnya keluar.

5. Kumur Air Hidrogen Peroksida

Bagi yang menginginkan alternatif selain air garam, bisa dicoba untuk kumur dengan larutan hidrogen peroksida.

Campurkan hidrogen peroksida 3 persen dengan air dalam perbandingan yang sama. Lalu kumur selama 30 hingga 60 detik sebelum dibuang.

Cairan itu membantu membunuh bakteri. Sekaligus mengurangi plak dan meredakan gusi yang mudah berdarah. Pastikan larutan benar-benar encer dan jangan pernah tertelan saat digunakan.

BACA JUGA:Jangan Abai! Cegah Penyakit Gigi dan Mulut Sebelum Usia Senja

BACA JUGA:Cara Tepat Memilih Sikat Gigi

6. Kompres Teh Peppermint

Teh peppermint memiliki sifat analgesik dan antiinflamasi ringan. Itu membantu menenangkan area gigi yang nyeri.

Seduh satu kantong teh peppermint dalam air panas selama lima menit. Lalu biarkan hingga sedikit mendingin.

Setelah suhunya cukup nyaman, tempelkan kantong teh tersebut langsung ke gigi atau gusi yang sakit selama beberapa menit.

Aroma mint yang menenangkan juga membantu menyegarkan napas. Itu berlangsung selama proses pemulihan.

BACA JUGA:Memutihkan Gigi Apakah Aman? Begini Prosedur Bleaching yang Aman Menurut Kemenkes

BACA JUGA:Jahe Merah untuk Gusi Anak: Orasi Ilmiah Prof Pratiwi yang Mengguncang Dunia Kedokteran Gigi

7. Tinggikan Posisi Kepala Saat Tidur

Sakit gigi berdenyut sering terasa lebih parah saat berbaring. Karena darah cenderung berkumpul di area yang meradang.

Menambahkan satu atau dua bantal ekstra saat tidur. Itu membantu menjaga posisi kepala lebih tinggi dari tubuh.

Posisi tersebut membantu mengurangi tekanan darah yang terkumpul di area gigi bermasalah. Sehingga denyut nyeri berkurang. Tidur pun menjadi lebih nyaman.

Cara sederhana itu kerap direkomendasikan sebagai pereda nyeri meski untuk sementara. Sembari menunggu jadwal ke dokter gigi.

BACA JUGA:Menjaga Kesehatan Gigi: Kenali Jenis-jenis Perawatan dan Manfaatnya

BACA JUGA:7 Langkah Sederhana Menjaga Gigi Sehat di Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 12 September


Ilustrasi pengobatan sakit gigi-Freepik.com-

Ketujuh cara di atas hanya bersifat meredakan nyeri sementara. Tapi tidak dapat mengatasi akar masalahnya.

Sakit gigi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari gigi berlubang, infeksi gusi, gigi retak, hingga tekanan akibat sinus atau kebiasaan menggeretakkan gigi.

Segera hubungi dokter gigi apabila nyeri berlangsung lebih dari 24 hingga 48 jam. Atau bila disertai gejala lain.

Seperti bengkak, demam, dan rasa tidak enak di mulut. Ibu hamil, ibu menyusui, atau orang dengan kondisi medis tertentu.

BACA JUGA:Sikat Gigi Saja Tidak Cukup, Saatnya Biasakan Flossing

BACA JUGA:4 Manfaat Menginang, Praktik Kuno untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kecenderuntan seperti itu disarankan untuk berkonsultasi lebih dulu. Sebelum mencoba bahan-bahan alami di atas. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber